Semangat Api Revolusi

Kisah Perjuangan Masyarakat Mesir Melawan Penjajah Perancis

Judul               : Meretas Kebebasan

Penulis             : Naguib Kaelani

Penerjemah   : Dahyal Afkar

Penerbit          : Penerbit Menara

Terbit               : Tahun 2006cats

Jumlah            : 326 Halaman

 

Perjuangan rakyat Indonesia, untuk mengusir Kolonial Belanda membutuhkan waktu yang panjang dan berdarah-darah. Penuh perjuangan dan rasa nasionalisme yang tinggi. Namun, dalam perjuangan mengusir penjajah, ada saja orang-orang yang menghianati perjuangan; menghianati bangsanya sendiri.

Hal tersebut, persis sama yang dilakukan oleh rakyat Mesir, di ceritakan dalam sebuah Novel yang di tulis oleh Naguib Kaelani, tentang kisah perjuangan masyarakat Mesir melawan Penjajah Perancis. Diceritakan, Kisah heroik penduduk Mesir melawan serdadu perancis. Di kemas melalui kisah cinta putri cantik seorang pembelot. Hilda. Si gadis itu, berhadapan dengan tiga kondisi problematik—antara hasrat pribadi, ambisi sang ayah, dan tuntutan situasi.

Diceritakan, bahwa Bartalamin, sosok yang kejam dan bengis. Dirinya dikerumuni oleh ke-ego-an. Ia bekerjasama dengan Napoleon, pemimpin Perancis di Mesir. Napoleon mengangkat Bartalamin sebagai wakli Gubernur Jenderal, sehingga Barthalamin terlarut dalam kebengisannya untuk menjajah bangsanya sendiri.

Hilda di juluki sebagai putri Fath Ar—Rummam, keturunan Armenia. Ia di anugerahi sikap hati-hati, cerdas, dan cantik. Sifatnya itu mengungguli kebanyakan gadis dari kelas sosial di Kairo. Ia tak pernah terjerumus dengan skandal yang memalukan, dan tak pernah terlibat dalam perbuatan asusila.

Namun sayang, Barthalamin, ayah Hilda, menghianati bangsanya sendiri. Ia lebih memilih bekerjasama dengan penjajah Perancis. Ia hanya mementingkan dirinya sendiri: kekuasaan dan kekayaan. Sejak itu pula, Hilda kehilangan kehormatannya. Ayahnya mengajarkan Hilda meminum Bir, hingga ketagihan. Setuasi seperti itu, membuat Jenderal Deboi, menghilangkan kehormatan Hilda. Ia meniduri Hilda, ketika Hilda kehilangan kesadaran—sesaat meneguk Bir. Barthalamin geram. Ia menyesal. Ia sangat membenci jenderal Deboi. Ia tak menyangka, Deboi berbuat demikian kepada Hilda. Menurut Deboi, bahwa di Eropa hal demikian lumrah terjadi, walaupun belum menikah.

Ibrahim, kekasih Hilda, adalah salah satu pejuang Mesir. Tapi, Bartalamin , ayah Hilda sangat membenci Ibrahim, karena di anggap sebagai penghalang nafsunya menjadi kaya raya. Bartalamin  tak bisa mencegah, kekuatan cinta mereka, hingga akhirnya, Bartalamin mengabarkan ke Hilda, bahwa Ibrahim telah tewas dalam peperangan melawan Perancis. Saat itu pula, Hilda putus asa.

Rakyat Mesir yakin, bahwa propaganda Panglima tertinggi Perancis, Napoleon Bonaparte, tentang kebebasan, keadilan, persaudaraan, dan persamaan adalah kebohongan-kebohongan yang tak di dukung fakta. Klaim, bahwa Perancis datang ke Mesir untuk menyelamatkan Mesir dari kejahatan Wangsa Mamalik adalah klaim palsu dan tak berdasar. Untuk kedua kalinya, rakyat mesir sadar bahwa tak ada kemerdekaan di bawah baying-bayang penjajahan, tak ada keadilan yang di bawah imprealisme, dan perjuangan harus terus di kobarkan, meskipun ribuan jiwa jadi korban.

*******

Pada pemberotanakan kedua; di saat rakyat Mesir, mendengar kabar, bahwa Inggris dan Turki datang membantu, maka sebanyak 15.000 rakyat dari berbagai penjuru Mesir, membanjiri jalanan dan gank-gank kecil. Aksi besar-besaran itu mengakibatkan Jenderal Deboi tewas. Ketika itu,  para pemberontak aksi besar-besaran, menentang pemerintah berkuasa yang selalu menindas, menyiksa, dan menetapkan pajak yang terlalu tinggi. Bartalamin gembira atas tewasnya Jenderal Deboi.

Sementara itu, Syaikh  Umar Makram, Syaikh Sadat, Sayyid Ahmad Mahruqi, Syaikh Tijar, dan Syaikh Jauhari, menyerukan pemberontakan di Masjid Al-Azhar dan jalanan Kairo. Kemudian, Haji Mustafa Busytaili berada di barisan depan berjuang di tepian Nil, di mana kosentrasi kekuatan pasukan militer Perancis dipusatkan.

Tapi, perjuangan itu tetap kalah. Kekuatan rakyat dikalahkan oleh tank-tank, meriam penghancur Perancis. Apa kelebihan dari buku ini? Adalah semangat api revolusi rakyat Mesir untuk mengusir penjajah, meskipun ada beberapa orang yang berkhianat.

 

Bantaya Lanoni, 3 Juni 2013

Discussion

Leave a Reply

Semangat Api Revolusi

Kisah Perjuangan Masyarakat Mesir Melawan Penjajah Perancis

Judul               : Meretas Kebebasan

Penulis             : Naguib Kaelani

Penerjemah   : Dahyal Afkar

Penerbit          : Penerbit Menara

Terbit               : Tahun 2006cats

Jumlah            : 326 Halaman

 

Perjuangan rakyat Indonesia, untuk mengusir Kolonial Belanda membutuhkan waktu yang panjang dan berdarah-darah. Penuh perjuangan dan rasa nasionalisme yang tinggi. Namun, dalam perjuangan mengusir penjajah, ada saja orang-orang yang menghianati perjuangan; menghianati bangsanya sendiri.

Hal tersebut, persis sama yang dilakukan oleh rakyat Mesir, di ceritakan dalam sebuah Novel yang di tulis oleh Naguib Kaelani, tentang kisah perjuangan masyarakat Mesir melawan Penjajah Perancis. Diceritakan, Kisah heroik penduduk Mesir melawan serdadu perancis. Di kemas melalui kisah cinta putri cantik seorang pembelot. Hilda. Si gadis itu, berhadapan dengan tiga kondisi problematik—antara hasrat pribadi, ambisi sang ayah, dan tuntutan situasi.

Diceritakan, bahwa Bartalamin, sosok yang kejam dan bengis. Dirinya dikerumuni oleh ke-ego-an. Ia bekerjasama dengan Napoleon, pemimpin Perancis di Mesir. Napoleon mengangkat

Discussion

Leave a Reply