Beberapa Hal yang Kontroversial Terjadi Sepanjang 2015

 

Tinggal beberapa jam lagi tahun 2015 akan berlalu. Dan akan bertambah setingkat setelahnya. Namun, kita menyaksikan banyak hal yang terjadi di seluruh dunia, khususnya di Indonesia. Kejadian-kejadian itu dilatari oleh berbagai macam penyebab. Tentu saja, bagi yang mengetahui tampak tegang, dan sebagian lagi manggut-manggut sambil bersiul-siul renyah.

ilustrasi-identitas-_150830211654-611

sumber: www.bidikbanten.com

Tahun 2015 memang menjadi tahun yang paling menyesakkan bagi sebagian orang. Baik di tataran pengurus negara, maupun masyarakat biasa. Di lingkup legislatif, eksekutif, dan yudikatif, fenomena yang muncul masih di tataran kebijakan yang banyak melukai hati. Belum lagi pertengkaran-pertengkaran dan saling damprat antar sesama mereka. Sehingga membuat kita, apalagi para jomblowan- jomblowati, sesekali merasa tak adil dalam  berwarganegara.

Di masyarakat, karena mungkin tingkat kesejahteraan begitu memprihatinkan, sehingga berpotensi melemahkan jiwa, maka memilih jalan fatal. Jalan fatal ini biasanya membunuh diri sendiri, mencuri, merampok, bahkan memerkosa padahal masih hubungan sedarah. Benar-benar tahun yang aduhai.

Yang lain. Para artis-artis kita tak sedikit yang tertangkap mata melakukan hal-hal yang tak senonoh. Bermain-main dengan media. Maksudnya, masalah privat, melibatkan media konvensional, sehingga dapat dinikmati publik, dan publik terdampak—semakin stres. Media-media pun semakin lahap mewawancarai para artis—sekadar meminta tanggapan dari komentar artis lainnya.

Media-media konvensional memang saat ini banyak menyuguhkan konten-konten yang tak segar. Kebanyakan tak mendidik dan cenderung hoax. Sehingga berpotensi tidak mencerdaskan tetapi malah menyesatkan. Celakanya, banyak juga pengguna media sosial senang bagi-bagi tanpa verifikasi kebenarannya. Ah, tak apa, itu hak mereka. Mesti pandai-pandai membaca dan share informasi agar darah kita tak berceceran.

Namun, saya merasa beruntung karena telah mengetahui beberapa media selow yang menghibur. Salah satunya adalah blog saya sendiri.

Di tempat lain, jauh dari bumi pertiwi, Donald Trump mengeluarkan wacana bahwa muslim dilarang masuk ke negara nya. Itu tak apa, karena ia berkata memakai mulutnya sendiri. Tetapi Trump lupa, bahwa bumi Amerika pun, tetap Tuhan yang ciptakan.

Dari berbagai kejadian yang memusingkan pala barbie itu, saya, seperti juga mereka-mereka yang ehem-ehem, menuliskan ini. Meskipun setiap hari terjadi hal-hal kontroversial di seantero negeri, namun saya hanya ingin ini. Bukan saja karena rokok habis, tetapi kopi juga sepertinya sudah tidak mendukung.  

  1. Penetapan Tersangka Pimpinan KPK oleh Kabareskrim Polri

371540_620

Sumber gambar: lampung.tribunnews.com

 

Mengawali tahun 2015, masyarakat Indonesia langsung disuguhkan oleh peristiwa yang memang tak mengenakan sebagian pihak. Terutama oleh mereka yang selalu menyuarakan pemberantasan korupsi. Adalah Budi Waseso (Buwas). Pasca dilantik sebagai Kabaresktrim, Buwas langsung membuat heboh banyak orang. Dia menangkap dan menetapkan tersangka Bambang Widjojanto dalam kasus dugaan kesaksian palsu dalam perkara pemilihan kepala daerah Kotawaringin Barat.

Sebulan kemudian, Kabarekstim yang dipimpin Buwas kembali menetapkan mantan ketua KPK Abraham Samad sebagai tersangka. Abraham Samad  disangka dengan kasus pemalsuan kartu keluarga dan paspor milik Feriyani Lim.

Perdebatan publik begitu tinggi ketika kasus ini mencuat. Pro-kontra terus berdering di media televisi, terpampang di media cetak, ngehits di media online, dan diperdebatkan di media sosial. Tak hanya itu, banyak aksi-aksi yang dilakukan untuk mendukung mantan pimpinan KPK itu. Mereka menganggap bahwa ada upaya-upaya kriminalisasi untuk melemahkan  KPK.

Benar-benar membuat pala barbie pusing.

  1. Putusan Hakim Sarpin.

cicak-vs-buaya-jilid-ii

Sumber gambar: nasional.tempo.co

 

Masih ingat kan, Hakim Sarpin? Menurut blog saya, hakim ini juga menjadi perhatian publik saat menyidangkan praperadilan Budi Gunawan atas penetapan tersangka oleh KPK. Perdebatan bisa disaksikan di mana-mana. Membuat orang menjadi bersedih, marah, dan ada juga yang beriang-gembira. Penyebabnya adalah putusan sang hakim cukup kontroversial. Putusan ini pun mendapat atensi dari masyarakat. Karena putusan nya, Budi Gunawan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, bebas dari perkara yang disangkakan.

Banyak yang berpendapat, bahwa Hakim Sarpin telah melanggar kode etik hakim. Tetapi, ada juga yang menyatakan, putusan yang dibacakan Hakim Sarpin sudah betul.

Akan tetapi, pala barbie tambah pusing.

  1. Hukuman Mati

lt55f91b0c1187e

Sumber gambar: hukumonline.com

 

Seruan-seruan untuk membatalkan eksekusi mati atas terpidana  kasus narkoba terus bergelora, sepanjang Maret dan seterusnya. Salah satunya adalah Rafendi Djamin, Direktur Eksekutif lembaga Human Rights Working Group. Ia menanyakan bahwa, apakah hukum tersebut sudah sesuai dengan prinsip hak asasi manusia? Silakan Anda jawab sendiri!

 

Menurutnya karena, Indonesia telah menjadi peserta Kovenan Internasional untuk Hak-hak Sipil dan Politik. Dan, beberapa pernyataan lain yang menolak hukuman mati dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia.

Selain ada penentangan, ada juga yang mendukung hukuman mati tersebut.  Argumentasi andalan adalah untuk memberikan efek jerah bagi para calon pelaku lain. Bila hukumannya hingga menghilangkan nyawa manusia, maka potensi kejahatan narkoba oleh calon pelaku lain akan meredup. Namun sayang, penerapan hukuman mati tak dapat memberikan efek yang mantap. Masih banyak pelaku-pelaku lain, karena memang bisnis ini sangat menjanjikan.

  1. Kemenangan Floyd Mayweather

unduhan

Sumber gambar: nasional.sindonews.com

 

Meskipun tidak terjadi di Indonesia, tetapi rupanya mendapat perhatian khusus bagi pecinta tinju-meninju di dalam Negeri. Jadi, blog ini mencantumkan nya.

Duel petinju yang katanya terakbar abad ini, mempertemukan antara Floyd Wayweather dan Manny Pacquiao. Pertarungan itu dimenangkan oleh Floyd. Publik yang menonton langsung maupun melalui layar televisi menganggap, bahwa Pacquiao-lah pemenang sesungguhnya. Karena sepanjang dua belas ronde, Pacquiao lebih agresif dibanding lawannya itu, yang lebih banyak lari-lari seperti cewek terong-terongan.

Di sisi lain, ada juga yang menganggap, bahwa pertandingan berlangsung baik-baik saja, dan Mayweather pantas menang. Tetapi biarpun juri memenangkan petinju asal negeri Paman Sam ini, saya berpendapat yang menyaksikan langsung melalui televisi, Pacquiao pemenangnya.

Di titik ini, pala barbie berangsur-angsur tidak pusing.

  1. Tuhan dan Syaitan

Pada 2015, Tuhan dan Syaitan juga menjadi perbincangan hangat se-seantero. Tentu saja bukan Tuhan sebagaimana yang selalu kita sembah. Bukan pula Syaitan—musuh manusia nomor kedelapan belas (sepertinya). Tetapi dua kata itu adalah nama manusia. Ya, manusia! Tuhan berasal dari Desa Kluncing, Bayuwangi Jawa Timur.

Ada yang menyarankan bahwa nama “Tuhan” ini diganti. Tetapi, sang pemilik nama tentu saja tak mau menggantinya. Selain nama itu pemberian orang tua, juga akan berurusan dengan semua dokumen yang tertera kata “Tuhan”.

Namun, ada juga yang menceletuk entah serius atau tidak di media sosial. Karena usulan nama itu diganti, maka sang penceletuk menyarankan mengganti nama, Tuhan maha adil;  atau saya tuhan, dan sebagainya. Mungkin mereka gerah, karena persoalan nama saja diperdebatkan hingga urat-urat di leher  putus, tetapi tidak menghasilkan apa-apa dari perdebatan itu.

Setelah munculnya nama Tuhan, muncul lagi nama Syaitan. Nama ini juga pemberian dari orang tua Syaitan. Ketika dewasa, sempat berganti nama, tetapi malah jatuh sakit. Akhirnya, pria asal Palembang ini tetap memakai nama Syaitan, dan menjadi perbincangan publik, selepas pertengahan tahun 2015.

Benar-benar pala barbie cenat-cenut.

  1. Permintaan Maaf Terhadap PKI

150922085342_suharto_pki_640x360_afp.jpg

Sumber gambar: www.bbc.com

 

Sebenarnya, di setiap penghujung September, nama PKI tak pernah absen diperbincangkan di Indonesia: mendesak pemerintah untuk meminta maaf kepada korban peristiwa 1965, atau menolak meminta maaf. Bukan hanya itu, bagi mereka yang selama ini peduli dengan kemanusiaan, pemerintah terus didesak untuk mengungkap peristiwa 1965 dengan sebenar-benarnya ungkapan. Dengan cara seperti itu, maka rekonsiliasi yang juga diusulkan dapat berjalan baik.

Akan tetapi, bagi mereka yang kontra, terus menggelorakan PKI adalah pengkhianat, olehnya tak perlu meminta maaf. Perdebatan itu terus berlanjut setiap tahun. Dan sepertinya, tak ada upaya-upaya keras dari pemerintah untuk mengungkap bersih peristiwa yang menciderai kemanusiaan di Indonesia itu. Jika misalnya tidak mampu mengungkap nya, mungkin bisa meminta bantuan kepada barbie yang bertambah pusing.

  1. Kelakuan Valentino Rossi dan Fans-nya

Tak ada yang bisa dilakukan ketika sang idola disalahkan selain mencak-mencak di media sosial. Salah satunya adalah fans Valentino Rossi.  Si doi dianggap bersalah, karena melakukan gerakan kaki aktif, lantas mengeluarkan Marquez dari trek di MotoGP Malaysia. Atas kasus tersebut, si doi dikenakan sanksi penalti start dari grid paling belakang. Para fans mati-matian membela si doi—mereka menganggap tak bersalah.

Dan, saat di Valencia, si doi kembali dielu-elukan, karena meskipun start dari belakang, mampu melewati pembalap lain. Meski kalah, Rossi dianggap berprestasi. Dengan begitu, para fans mulai dari Anak Baru Besar (ABB), Om-om, bahkan Tante-tante kembali mengelu-elukan si doi di media sosial. Para fans Rossi ini belum tahu, bahwa melawan Honda Win milik guru saya saja, 46 si doi pasti tumbang.

Maka, pala barbie menjadi segar.

  1. Mahkamah Kehormatan Dewan

editorial_413_800x600_dewanRI

Sumber gambar: www.rri.co.id

 

Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) saat menyidangkan etika mantan mantan ketua DPR, Setya Novanto juga menjadi heboh. Setya, bersama pengusaha Riza Chalid diduga terlibat dalam perbincangan dengan Direktur Freeport Indonesia. Perbincangan itu direkam, dan kemudian dilaporkan oleh Sudirman Said, selaku menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ke MKD.

Sidang MKD ini menuai perhatian publik hampir sebulan. Kontroversi pun selalu terjadi, antara buka-tutup sidang untuk umum.  

Tetapi, ending dari sidang MKD juga ikut-ikutan kontroversial. Karena tidak memberikan hukuman apa-apa kepada Setya. Artinya, Setya dianggap tidak bersalah, karena putusan ketua MKD tak ada. Alasannya adalah sang mantan ketua telah mengundurkan diri. Di titik ini, publik merasa geram. Sudah lama menanti putusan apa yang diberikan kepada Setya, ternyata nihil. Akhir sidang hanya membacakan surat pengunduran diri Om Setya.

Akhirnya, pala barbie jadi pusing lagi.

  1. Selamat Natal

Perdebatan halal-haramnya mengucapkan selamat natal, ini juga terjadi setiap tahun. Ada yang menganggap, bahwa mengucapkan selamat natal tidak perlu. Haram. Bagi mereka yang mendukung ini, tidak main-main—menuduh orang kafir dan sesat.

Namun bagi sebagian lain umat muslim, jika hanya sekadar mengucapkan selamat natal, apa salahnya? Terkait dosa, itu urusannya dengan Allah S.W.T. Toh, dengan mengucapkan dua kata itu tidak menghancurkan kekerabatan apalagi NKRI.

Tetapi, syukur-syukur saling mengerti perbedaan pendapat. Yang ada memaki, menuduh sesat, kafir, seperti mereka yang tak ingin mengucapkan dua kata itu adalah Tuhan. Hakim yang tak punya legalitas.

Biasanya, kalau sudah membaca seperti itu, malah pala barbie semakin pusing.  

  1. Tertundanya Naga Menikah

1794624_3817442849970_1280731987_nKontroversial yang terakhir adalah seorang Naga. Ini bukan Naga Bonar, ya! Bukan pula makhluk mitologi yang berwujud reptil berukuran raksasa. Bukan!  Tapi ini nama orang. Seperti pula Tuhan dan Syaitan. Nama ini adalah nama samaran. Nama lengkapnya adalah Febrianto. Tetapi, ia lebih sering memakai nama Naga ketika berkenalan. Apalagi berkenalan dengan adek-adek berpipi tembam.

Naga sebetulnya sudah berikhiar, bahwa  pertengahan atau akhir tahun 2015, masa lajangnya akan the end. Ia akan menikah dengan seorang perempuan yang diidam-idamkan hingga tidur. Tetapi, entah mengapa perhelatan itu belum juga terlaksana. Dan hal ini tentu saja, kontro(l)versi—dilakukannya, setidaknya menurut blog ini masih kurang. Antara niat, perkataan, dan perbuatan sulit untuk dilaksanakan.

Doakan saja, semoga tahun 2016 dia baik-baik saja. Sehingga pala barbie sehat walafiat.

Bantaya Lanoni, 31 Desember 2015

Leave a Reply