Mengenal Andika (3)

Terjun ke Dunia Politik

Andika Caleg PSI Dapil Sulteng Nomor Urut 7

Andika memang tidak gamang dalam menempatkan posisi dirinya pada situasi apapun. Dalam banyak hal, Andika sering mencoba hal-hal baru, terutama terkait dengan politik praktis. Seperti yang sudah saya tuliskan di awal lihat di sini dan di sini, telah memiliki banyak pengalaman politik—di luar politik praktis.

Sampai akhirnya, setelah berkontemplasi sekian lama, Andika memutuskan untuk terjun dan bergabung dengan partai politik.

Awal tahun 2016, Andika bergabung dengan partai yang berjargon “Gerakan Perubahan”—Partai Nasdem. Di Partai Nasdem, Andika banyak belajar—bagaimana seharusnya berpolitik—sebagai warga negara yang mengabdi terhadap Bangsa dan Negara.

Pada awal 2018, Andika memutuskan pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI)—dan berhasil menjadi Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Sebagai Caleg dari PSI nomor urut 7, Andika berujar bahwa salah satu pengalaman yang mendasari memilih jalur politik, karena selama ini aspirasi masyarakat hanya dititipkan pada elit politik yang ada.

Dorongan-dorongan lain sehingga memutuskan untuk terjun ke dunia politik menurutnya, karena konflik-konflik yang berkaitan dengan konflik struktural atas akses sumber daya alam tak bisa diselesaikan. Rasa keadilan yang diharapkan oleh masyarakat tak kunjung datang karena terhalang oleh kabut kepentingan pragmatis elit politik yang menyandarkan kekuasaan politik untuk tujuan primordial kepartaian yang sempit, sehingga politik dijauhkan dari soal-soal kewarganegaraan secara umum.

Dalam Catatannya, Andika memberikan apa yang disebutnya sebagai 7 Program Juang menuju senayan. Menurutnya, Sulawesi Tengah adalah negeri yang dianugerahi kekayaan kebudayaan. Anugerah yang dahsyat ini pula disertai kekayaan alam beranekaragam, mulai dari hasil laut ikan kelas dunia, mineral, nikel, emas, besi hingga minyak, dan gas bumi. Yang kita perlukan ada dua: Memperkuat Sumber daya manusia dan Memperbesar nilai tambah kekayaan itu ke dalam postur APBD.

Oleh karena itu, Andika memaparkan (7) tujuh Program Juang menuju senayan berikut ini:

(1) Berjuang untuk perubahan regulasi perhitungan nilai pada hasil pengolahan smelter menjadi bagian dari Dana Bagi Hasil. Dengan demikian, Sulteng bisa mendapatkan uang dana bagi hasil sebesar kurang lebih 400 milyar per tahun.

(2) Berjuang untuk pendirian Politekhnik Minyak dan Gas Bumi di Kota Luwuk, sebagai pusat kegiatan industri migas. Hal itu penting agar anak-anak kita tak perlu ke Makassar atau Balikpapan untuk sekolah.

(3) Berjuang agar Kawasan Jalan Sis Aljufri dan Kampung baru Kota Palu, ditetapkan sebagai kawasan religius dan cagar budaya nasional.

(4) Berjuang untuk penetapan kawasan banggai bersaudara sebagai pusat industri migas nasional lewat partisipating interest dan City Gas.

(5) Berjuang untuk perlindungan pengelolaan Sidat Danau Poso sebagai cagar budaya dan ekologi nasional.

(6) Berjuang untuk penetapan Pulau Sombori Morowali, Togean, dan Pulau Dua Banggai sebagai destinasi wisata nasional.

(7) Berjuang untuk perumahan layak dan air bersih bagi warga miskin di kepulauan wilayah Sulteng.

Demikianlah 7 program juang yang akan menjadi mandat bersama rakyat di DPR RI, jika kelak masyarakat Sulawesi Tengah memberikan dukungan kepada Andika.

Jakarta, 31 Desember 2018

Leave a Reply