Perusahaan Tambang Berpotensi Rusak Hutan di Dondo

Sumber : Tambang News.com

Edisi      : Kamis, 14 Maret 2013

PALU, Tambangnews.com.- Perusahaan tambang yang akan mengeksploitasi Sumber daya alam di Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli, sangat berpotensi merusak hutan. Hal itu ditandai dengan hampir seluruh konsesi wilayah pertambangan masuk dalam kawasan hutan. Ancaman hutan dan kawasan hutan di Dondo, dilakukan oleh beberapa perusahaan tambang, diantaranya: PT. Sulawesi Molybdenum Management, yang membawahi 5 (lima) anak perusahaan: PT. Inti Cemerlang, PT. Promistis, PT. Sembilan Sumber Mas, dan PT. Era Moreco, dan PT Indo Surya Moreco, dengan total luas 39.005 Ha.
Rifai M. Hadi Manager Riset dan kampanye Jatam sulteng melalui siaran pers, Kamis (14/3) menjelaskan ada beberapa kategori hutan yang akan terancam, diantaranya: Hutan Lindung seluas kurang lebih 10.560 Ha, Cagar Alam Tinombala, yang terdiri di beberapa wilayah: Kecamatan Dondo, Basi Dondo dan Lampasio dengan luas kurang lebih 19.338 Ha; Hutan Produksi terbatas dengan luas kurang lebih 12.960 Ha; Hutan rakyat dengan luas kurang lebih 658 Ha. Sementara itu, sumber air yang terbentang di beberapa gunung di Kecamatan Dondo juga akan terancam. Sumber air tersebut, mengalir dan menghidupi di beberapa desa, diantaranya: Desa Anggasan, Malala, Malulu, Sibaluton, Ogowele, Bambapun, dan Luok Manipi.
“Penghancuran hutan, ditandai dengan maraknya Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Dengan legitimasi itu, maka perusahaan tambang bebas melakukan eksploitasi secara legal. Padahal, jelas-jelas tidak mendukung perkembangan ekologi di daerah Dondo,” jelasnya.
Apalagi, pada bulan Desember tahun 2012, di Kecamatan Dondo telah terjadi banjir besar, yang mengakibatkan beberapa desa tenggelam, dan merugikan sumber perekonomian masyarakat. Hal itu, ditandai dengan terjadinya degradasi hutan di Dondo. Kekhawairan selanjutnya adalah, jika eksploitasi hutan yang dilakukan oleh perusahaan tambang, maka akan terjadi banjir bandang.
Dalam agenda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tolitoli, ekspansi pertambangan masih menjadi kebutuhan utama Pemda Tolitoli. Yang kemudian, lahir dan tercipta di areal hutan, bahkan akan menghantam Cagar Alam Tinombala. Di areal hutan itu, juga terdapat orang Lauje, yang telah lama menggantungkan hidup mereka di wilayah hutan.
“Maka dari itu, kami dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng, menyatakan sikap berikut Mendesak Bupati untuk mencabut seluruh IUP di Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli dan Moratorium tambang di areal hutan Dondo,” pungkas Rifai. (sn01)

Sumber: http://tambangnews.com/berita/daerah/3227-perusahaan-tambang-berpotensi-rusak-hutan-di-dondo.html

Leave a Reply