4 Tips Menulis Tips

tips menulis tips

Tips menulis tips —mungkin terdengar aneh di telinga Anda. Atau mungkin otak
berputar mencoba memahami apa maksudnya. Tapi tunggu dulu! Tulisan ini
sebenarnya terinspirasi ketika sedang berak. Jongkok menghadap dinding dan
teringat sesuatu.

Sesuatu itu baru beberapa detik sebelum ke toilet—terlihat dan terbaca
secara sekilas. Tentang status di sebuah Grup Facebook Perkumpulan Blogger.

Ditolak Google AdSense Berkali-kali

Status itu isinya keluhan. Keluhan tentang seringnya ditolak Google
AdSense. Selintas, saya kemudian membaca beberapa komentar dari peserta grup
itu. Isinya antara lain membagikan artikel si pengeluh yang pernah ditulisnya—pada
kolom komentar.

Jadi, si pengeluh itu ternyata pernah menulis tentang ‘cara mudah agar
diterima Google AdSense’. Tapi dia sendiri mengeluh karena sering ditolak AdSense.
Kontradiktif, bukan?

Saya prediksi, konten yang dibuatnya itu tidak benar-benar dari pengalaman
pribadinya. Kemungkinan kopi-paste dari tulisan orang lain. Mentah-mentah lalu
tidak dipraktikkan dengan baik dan benar. Tapi saya tidak mempermasalahkannya.
Itu urusan dia.

Cara Agar Pengunjung Blog Melimpah

Dalam Grup Facebook yang lain, saya juga pernah membaca status yang berisi link artikel dengan judul di atas. Setelah saya cek riwayat status si pengirim itu, dia pernah bertanya bagaimana cara agar blog banyak pengunjung.

Berbekal dari informasi yang menurut saya menggelitik itu, saya kok ingin
menulis artikel dengan judul di atas ya.

Adalah tips menulis tips. Jangan mengira menulis tips itu hanya asal-asalan.
Dia semestinya berlandaskan pada fakta yang terjadi setidaknya kita alami. Hal
ini menunjukkan bahwa tips itu memang benar. Kredibel. Terpercaya. Sehingga
orang-orang yang mendapatkan informasi itu tidak tersesat ketika menerapkan.

Anda bisa saja sepakat atau menolak apa yang saya tulis ini. Itu hak dan dijamin undang-undang.

Tips Menulis Tips

Versi saya, setidaknya ada 4 tips menulis tips, yaitu:

  1. Memahami Apa yang Ditulis
  2. Resapi dan Renungkan
  3. Didasarkan Pengalaman
  4. Perbanyak Membaca lalu Praktikkan

Empat langkah tips menulis tips itu kita bahas satu per satu. Saya ingin memulainya dari …

1. Memahami Apa yang Ditulis

Menulis itu asalnya dari otak. Alat pikiran ini kemudian menerjemahkannya melalui jari jemari. Otak memerintahkan tangan kita apa yang dipikirkannya. Kemudian kita menulis berdasarkan perintah itu.

Perintah itu berdasarkan pengetahuan. Pengetahuan bisa didapat dari mana saja. Melalui membaca, melihat, mendengar, atau bahkan dialami sendiri. Dari proses itulah kemudian dibentuk dalam kata-kata. Selanjutnya tergabung dalam satu kalimat. Berubah paragraf. Seutuhnya menjadi satu tulisan.

Lain hal ketika kita berniat membuat tulisan yang menyesatkan. Artinya yang tidak benar atau hoax. Maka prosesnya menurut saya tidak perlu pemahaman yang mendalam. Tidak memerlukan kerja otak yang maksimal. Hanya modal niat selesai urusan.

Itulah sebabnya ada kalimat mengatakan bahwa tulisan menggambarkan kepribadian seseorang. Namun itu tulisan tangan. Bukan tulisan Arial atau Times New Rowman. Saya tidak ingin berlarut-larut membahas ini. Mengenai ilmu ini, saya tidak mendapatkan referensi yang memadai.

Poinnya, memahami apa yang ditulis itu penting. Saya melakukan demikian. Kalau dasarnya sudah tidak memahami apa yang ditulis, jadinya ya kita ngawur. Membohongi diri sendiri juga orang lain.

2. Selain Memahami, Resapi dan Renungkan

Saya pernah membaca buku karya Gunawan Muhammad, “Seandainya Saya Wartawan Tempo”. Bukunya sangat menarik sekali. Ditulis dengan baik, sehingga mudah memahaminya. Buku ini dikhususkan untuk wartawan. Entah kenapa saya tertarik membelinya.

Loading...

Beberapa tahun kemudian, saya bertemu dengan seorang mantan wartawan. Kini dia telah berprofesi sebagai Advokat. Rekan saya tersebut merupakan Advokat senior.

Kami diskusi banyak hal. Sampai akhirnya topik bertemu pada satu titik: buku karya Gunawan Muhammad itu. Diskusi ini awalnya dari satu kejadian. Rekan saya itu mengkritik habis-habisan Gugatan yang saya buat.

Pemahaman dia terhadap isi dan substansi buku itu lebih dalam dibanding saya. Sehingga saya juga banyak mengambil pelajaran penting dari diskusi kami.

Dia mengatakan bahwa dalam membuat suatu argumentasi hukum, kita wajib memahami dulu substansi masalahnya. Saya mengaitkan dengan buku tersebut. Di sana, kita dianjurkan untuk mengumpulkan data dan fakta yang ketat. Setelah itu kita resapi dan renungkan.

Dalam perenungan itu, kadang berhari-hari. Bisa dilakukan di mana saja. Dan kami sama: lebih banyak terjadi di toilet saat berak. Dominasi kedua saat sebelum tidur.

Dari peresapan dan perenungan masalah itu, kita dapat menentukan jalan keluar dengan membentuk plan a dan b dan seterusnya.

Apa hubungannya dengan poin ini? Adalah kita ‘dipaksa’ merenungkan apa yang hendak kita sampaikan ke khalayak.

3. Menulis Tips Berdasarkan Pengalaman

Sekilas sudah diuraikan di atas, bahwa untuk menulis tips, sebaiknya didasarkan pada pengalaman pribadi. Ini akan lebih maksimal jika ditambahkan dengan referensi lain yang terkait.

Dalam situs web ini, setelah saya merenungi panjang kali lebar, memutuskan menambah kategori tips. Alasannya sederhana, karena dalam perjalanan hidup 32 tahun ini, ternyata begitu banyak yang saya alami. Begitu pun dengan Anda.

Pengalaman-pengalaman dalam perjalanan hidup itu kemudian dijadikan tulisan dalam bentuk tips. Yang bisa saja berguna, bisa tidak.

Misalnya Tips untuk Melanjutkan Studi S2. Tulisan itu berdasarkan pengalaman pribadi saya. Berdasarkan fakta. Yang mungkin relevan di masa mendatang bagi pembaca.

Ketika kita menulis tips yang didasarkan pengalaman, rasanya lega. Lancar jaya seperti jalan Tol Jagorawi pada pukul 2 pagi.

4. Perbanyak Membaca lalu Praktikkan

Sekilas telah disampaikan di atas: perbanyak referensi. Referensi didapatkan dari aktivitas membaca. Dengan begitu, kita tidak mengarang bebas.

Namun, beberapa tulisan pernah saya baca mengenai tips ini. Tulisan tersebut mengandung humor. Artinya, tips yang diberikan benar-benar hanya lelucon belaka—dimaksudkan memang untuk karya komedi.

Menurut saya, dalam menulis artikel tentang tips, selain dari pengalaman pribadi, juga didasarkan pada hasil bacaan. Membaca disebut teori. Teori itu kemudian dipraktikkan.

Sekali lagi, Anda boleh saja tidak sepakat dengan artikel ini. Itu hak Anda. Tips ini adalah tips. Bisa jadi benar atau salah.

Demikian 4 tips menulis tips ini saya buat. Semoga Bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan