Lompat ke konten

5 Cara Mengatur Keuangan untuk Menikah

Bacaan 3 menit
cara mengatur keuangan untuk menikah
Dokumentasi pribadi.

Cara mengatur keuangan untuk menikah ini saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi, karena belajar dari pengalaman banyak orang dan referensi lain. Sebagai orang yang agak boros, sehingga tidak mampu menyimpan uang, maka perlu kiranya menulis ini.

Menikah merupakan fase yang dihadapi dan tentu saja patut dipikirkan bagi pria atau wanita dewasa.

Dilansir dari NU Online,  menikah merupakan sebuah ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah, bagi mereka yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Hukum menikah adalah sunah.

Menurut imbauan Nabi Muhammad SAW: “Wahai para pemuda! Barang siapa di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji [kemaluan]. Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Salah satu faktor ‘penghambat’ melaksanakan pernikahan yaitu finansial. Seperti yang kita tahu bersama, kebanyakan budaya di Indonesia, salah satu prosesi pernikahan adalah melaksanakan resepsi—mengundang banyak orang bahkan bermewah-mewah.

Proses  ini membutuhkan banyak uang, misalnya untuk buat undangan, sewa peralatan pengantin, dekorasi, sewa fotografer, dan lainnya—yang menguras dompet, kantong, serta saldo rekening.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya menulis cara mengatur keuangan untuk menikah. Meskipun dengan keterbatasan dana, agar niat menikah bisa terlaksana dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

5 Cara Mengatur Keuangan untuk Menikah

Berdasarkan pengalaman pribadi, setidaknya terdapat 5 cara mengatur keuangan untuk menikah. Apa saja itu? Yuk disimak!

1. Tentukan Pasangan

Loh, ini dulu. Jangan dulu ke mana-mana. Bagaimana Anda mau menikah kalau pasangan saja tidak ada. Pasangan ini berbeda jenis kelamin ya, jangan yang sama dengan Anda. Bahaya.

2. Buat Rekening Bersama

Dulu, Saya boros menggunakan uang. Kalau sudah dapat uang, pikiran ke mana-mana, entah belanja apa saja bahkan yang tidak dibutuhkan sama sekali. Perilaku boros seperti Saya ini tentu saja dapat ‘menghalangi’ Anda untuk duduk di pelaminan dengan si Dia.

Setelah Saya menentukan pasangan yang cocok, bertanggungjawab, dan dapat dipercaya, akhirnya Saya ajak untuk menabung. Saya memintanya untuk membuat rekening atas nama Dia. Bukan atas nama bersama.

Setiap kali Saya mendapatkan rezeki, berapa pun jumlahnya, Saya transfer ke rekening tabungan. Tidak sampai setahun, target terpenuhi, dan akhirnya Saya melamar sang kekasih.

Ikuti tips ini, besar kemungkinan berhasil. Serius.

3. Jangan Menggunakan Uang Tabungan

Cara mengatur keuangan untuk menikah yang lain adalah jangan menggunakan uang tabungan. Poin ini juga tidak kalah pentingnya. Sesulit bagaimana pun keuangan Anda, ‘haram’ hukumnya mengambil uang tabungan untuk nikah sebagaimana poin 2 di atas.

Sekali saja uang tabungan tersebut diambil, maka setan lain menggoda untuk kembali mengambilnya. Jika sering diambil, ludes dong tabungan Anda. Nikahnya juga tertunda. Kalau nikahnya tertunda, kan kasihan …

4. Jika Tabungan Sudah Mendekati Target, Cicil Beli Kebutuhan Lain

Jadi begini: agar situasi kebatinan Anda tidak tergoncang, karena kaget ternyata banyak yang harus dipersiapkan menjelang pernikahan, alangkah baiknya ikuti jejak Saya.

Setelah beberapa bulan menabung, dan ternyata tabungan sudah mendekati target, Saya sudah mulai belanja kebutuhan lain sesuai kemampuan kantong. Dimulai dari yang besar nilainya, misalnya cincin dan kalung emas untuk calon.

Jika kedua item itu sudah di tangan Anda, simpan di tempat aman—tapi bukan di pegadaian—dan beralih ke yang lain.

Ketika hari pelamaran telah tiba dan sudah menentukan waktu nikahnya, saatnya belanja kebutuhan kecil keperluan hantaran, misalnya tas, pakaian pesta, baju, dan sebagainya itu.

Saya merasa langkah yang Saya lakukan itu cukup meringankan “beban”.

5. Sisipkan Dana Cadangan

Kalau kita sering menghadiri acara-acara pernikahan, atau misalnya keluarga kita ada yang menikah, kadang memerhatikan hal-hal kecil yang membutuhkan pengeluaran dana.

Pengalaman Saya, selain hal-hal besar di atas, hal kecil dan remeh ini juga mesti ditanggulangi agar tidak kaget. Maksudnya, saya sudah tahu bahwa meskipun kecil dikali banyak, ya membutuhkan uang banyak juga. Itulah pentingnya menyisipkan dana cadangan untuk keperluan kecil tadi.

Penutup

Itulah beberapa cara mengatur keuangan untuk menikah bagi Anda yang ingin menikah. Meskipun Anda kesulitan dana, dengan menjalankan tips-tips di atas, kemungkinan besar berhasil mengumpulkan uang.

Demikian. Semoga tips ini bermanfaat untuk Anda dan pasangan.

Baca juga: Tips Melanjutkan Studi S2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

top
%d blogger menyukai ini: