Tips Investasi Reksa Dana untuk Pemula

rifai-hadi-tips-investasi-reksa-dana-untuk-pemula
Tips Investasi Reksa Dana untuk Pemula. Sumber gambar: Bisnis.com

Tips investasi reksa dana untuk pemula ini ditulis berdasarkan apa yang saya alami. Sebagai pemula, saya belajar otodidak. Konstan dan konsisten. Setelah mempelajarinya, kemudian melakukan tindakan melalui aplikasi marketplace dan beberapa aplikasi reksa dana lainnya.

Sebelumnya, saya sudah menceritakan investasi reksa dana, mulai dari pasar uang hingga reksa dana saham. Investasi juga membantu saya untuk menikah.

Investasi ini penting. Apalagi mengalami gejolak keuangan yang tidak pasti di tengah pandemi Covid-19. Mengapa investasi penting? Karena setiap tahun inflasi naik. Selain memilih menabung di bank, pilihan lain yang tepat adalah dengan investasi.

Siapa pun tidak bisa menghindari inflasi. Dia akan terus menghantui kita setiap tahun berganti. Sementara nilai uang kita tetap sama. Mungkin bisa menurun dari waktu ke waktu.

Saya mencontohkan misalnya dulu ketika masih SD, membeli mie instan di warung, hanya membutuhkan uang 100 rupiah. Sekarang, naik menjadi 2.700 rupiah. Bayangkan naiknya berapa persen.  

Di samping itu, investasi ini penting karena bisa menambah penghasilan. Apabila kita hanya memiliki satu sumber penghasilan, maka investasi merupakan sumber lainnya.

Menurut Eduardus Tendelilin, dalam tulisannya berjudul “Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio”, (2001). Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan saat ini. Tujuannya adalah memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang.

Kita dapat mengartikan. Tujuan investasi untuk ‘mengamankan’ keuangan di masa mendatang. ‘Pengamanan’ tersebut, sekiranya dapat mengatasi inflasi.

Salah satu prinsip investasi yang sering saya dengar dari para investor adalah menjadikan uang lebih produktif. Saya juga pernah mendengar Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pada pokoknya, “Kita, orang Indonesia, asetnya diam, orangnya bekerja keras.” Apa maksudnya? Adalah uang terus bergerak meskipun kita berdiam diri. Itulah mengapa orang-orang kaya raya, tidak membiarkan uangnya berdiam.  

Tips Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Tulisan kali ini, seperti yang sudah saya sampaikan di atas, adalah tips investasi reksa dana khususnya untuk pemula, berdasarkan apa yang saya alami.

1. Sebelum Memulai, Terlebih Dahulu Memahami Apa Itu Reksa Dana

Setiap orang yang ingin berinvestasi, pasti memahami jenis investasinya. Sebelum benar-benar ‘terjun’ ke investasi reksa dana ini, alangkah baiknya memahami, atau setidaknya mengetahui apa itu reksa dana.

Menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, khususnya Pasal 1 angka (27) menyebutkan:

Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi”.  

Pasal di atas menyebutkan Portofolio Efek. Apa itu Portofolio Efek? Pasal yang sama angka (24) menyebutkan:

Portofolio Efek adalah kumpulan Efek yang dimiliki oleh Pihak“.

Penyebutan lainnya adalah Manajer Investasi. Pada angka (11) Pasal tersebut menyebutkan:

Manajer Investasi adalah Pihak yang kegiatan usahanya mengelola Portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan sendiri kegiatan usahanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku“.

Selain memahami istilah-istilah di atas, perlu juga kiranya memahami beberapa hal misalnya Kustodian. Kustodian adalah Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Istilah-istilah di atas, wajib untuk dipahami. Agar nantinya tidak tersesat dalam memulai investasi.

Selain istilah tersebut, ada juga istilah lain yang perlu dipahami. Misalnya NAB, UP, NAB/UP, subscription, dan sebagainya.

2. Setelah Memahami Reksa Dana, Pahami juga Jenisnya

Awalnya saya masih pusing dengan jenis-jenis reksa dana. Umumnya, terdapat empat jenis Reksa Dana.   

Reksa Dana Pasar Uang. Awal mula investasi, saya investasikan uang ke Reksa Dana Pasar Uang. Ini cukup populer di kalangan pemula. Berdasarkan pengalaman, risikonya sangat minim. Imbal hasil yang saya dapatkan pun terhitung kecil.

Perlu diketahui, bahwa alokasi dana untuk Reksa Dana Pasar Uang ini biasanya ke Sertifikat Bank Indonesia dan/atau sertifikat deposito. Jangka waktu biasanya 1 hingga 12 bulan.

Loading...

Reksa Dana Pendapatan Tetap. Sedikit berbeda dari pasar uang. Reksa dana jenis ini, berdasarkan pengalaman saya, mendapat keuntungan lebih besar. Ke mana alokasi aset untuk jenis reksa dana pendapatan tetap? Setelah mencermati, biasanya terdiri dari beberapa alokasi dalam bentuk surat utang. Mayoritas investasi pada sektor obligasi.

Bukan hanya pemerintah saja yang menerbitkan obligasi. Pihak swasta juga sering melakukannya.

Reksa Dana Campuran. Berbeda dari jenis reksa dana di atas. Reksa Dana Campuran memiliki tingkat risiko tinggi. Istilah yang sering saya dengar high risk high return. Artinya investasi jenis ini memiliki risiko tinggi. Namun memberikan imbal hasil yang juga tinggi.

Sesuai namanya, alokasi aset reksa dana ini ke beberapa jenis. Misalnya saham, obligasi, atau ke pasar uang. Untuk itu, setiap Anda membeli produk baca prospektus dan fact sheet, yang sudah ada. Mengenai prospektus dan fact sheet pada poin 4 di bawah.

Reksa Dana Saham. Seperti namanya. Reksa Dana Saham lebih banyak mengalokasikan aset ke sektor saham. Namun adakalanya mendapatkan alokasi ke obligasi. Mengenai risiko, cukup tinggi. Imbal hasil tinggi. High risk, high return. Apabila Anda pemula, jangan dulu ke jenis reksa dana saham ini.

3. Mengenal Exchange Traded Fund

Saya baru mendapat informasi dari Idx.co.id. Mengenai Exchange Traded Fund. Ternyata ada lagi jenis investasi ini.

Menurut informasi tersebut, Exchange Traded Fund adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. ETF pada dasarnya adalah reksa dana. Produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek. ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli.

Itu jenis reksa dana. Mungkin saja masih ada jenis reksa dana lain di luar pengetahuan saya.

4. Setelah Memahami hal di Atas, Wajib Mengetahui Perusahaan Manajer Investasi

Kita sudah mengetahui definisi Manajer Investasi yang sudah disebutkan di atas. Untuk itu, sebelum memulai investasi reksa dana bagi pemula, harus tahu kredibelitas si pengelola dana kita.

Salah satu yang mesti dipastikan adalah ijin dari pihak berwenang. Dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ijin ini penting sebagai legalitas perusahaan manajer investasi untuk menjalankan usahanya. Jangan sampai kita berinvestasi ke tempat yang salah.

Untuk mengecek sangat mudah. Kita tidak perlu ke kantor OJK. Memeriksanya cukup via website resmi OJK.

5. Baca dan Pahami Prospektus serta Fund Fact Sheet

Awalnya ketika memulai investasi di reksa dana, saya malas baca prospektus ini. Panjang sekali. Padahal, prospektus ini sangat penting. Sebaiknya Anda membacanya.

Setiap produk yang ditawarkan, diwajibkan ada prospektus. Apa itu propektus? Merujuk Pasal 1 angka (26) UU tentang Pasar Modal sebagaimana di atas, menyebutkan:

Prospektus adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar Pihak lain membeli Efek“.

Dengan membaca prospektus, kita mengetahui dan menilai sejauh mana tingkat independensi dari Perusahaan Efek. Perusahaan efek ini yang bertindak selaku Penjamin Emisi Efek atas Efek yang diterbitkan oleh Emiten.

Demikian juga ketika membaca fund fact sheet. Kita mengetahui laporan yang disediakan oleh perusahaan manajer investasi kepada kita sebagai calon investor. Laporan tersebut biasa berisi berbagai informasi terkait pengelolaan produk reksa dana.

Untuk itu, sebelum memulainya, baca dulu hal penting di atas.

6. Memahami Risiko

Poin penting dan krusial. Saya sudah menuliskan bagaimana batin saya tertekan ketika melihat portofolio memerah. Untuk itu, sebagai pemula, sebaiknya memahami risiko yang timbul dari investasi tersebut. Investasi bukan hanya bicara keuntungan. Keuntungan bersanding dengan kerugian.

Saya sudah menyampaikan di atas. Setiap jenis reksa dana memiliki risiko mulai dari rendah hingga tinggi. Menurut saya, dalam berinvestasi, tidak selalu membayangkan portofolio hijau. Dengan tidak membayangkan hal itu, maka kita terhindar dari depresi.

Untuk itulah pentingnya memahami risikonya, agar kelak investasi rugi, kita tidak frustrasi.

7. Memulainya dengan Mindset Menabung

Saya juga sudah menceritakan pada tulisan sebelumnya bahwa, dengan investasi reksa dana, mindset saya berubah. Artinya, saya memulai lebih dahulu kemudian mindset berubah. Nah, saran saya, untuk pemula, investasi reksa dana jadikan ajang untuk menabung.

Setelah melalui proses di atas dan proses lainnya, segera mulai.

Demikian tips investasi reksa dana bagi pemula ini saya tulis. Ditulis berdasarkan pengalaman dan berbagai referensi. Tujuannya, selain untuk berbagi pengalaman, juga untuk jadi bahan pembelajaran bagi saya. Semoga bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan