Objek Wisata di Jogja yang Sudah Saya Kunjungi

objek-wisata-tebing-breksi
Salah satu spot foto di Tebing Breksi.

Objek wisata di Jogja yang sudah saya kunjungi pada bagian pertama merupakan kali pertama ke Jogja.

Setelah episode pertama mengelilingi tempat wisata di Jogja, pada Minggu sore, saya harus balik ke Jakarta. Sementara Istri saya masih di Jogja bersama adik-adik.

Kami kembali menyusun rencana untuk episode kedua nanti. Saya meminta Istri menyusun—ke mana kami akan bertualang. Selanjutnya, pada Kamis sore, saya kembali ‘terbang’ ke Jogja.

Waktu kami untuk menyisir objek wisata di Jogja hanya 3 hari: Jumat, Sabtu, dan Minggu. Pada Minggu sore saya harus balik lagi ke Jakarta. Kami memaksimalkan waktu 3 hari tersebut dengan melanjutkan petualangan yang tertunda sebagaimana di bawah ini:

1. Tebing Breksi
tebing-breksi
Tebing Breksi. Dok. Pribadi.

Objek wisata yang satu ini tidak kalah favorit dengan objek wisata lainnya. Tebing Breksi yang, berlokasi di Sambirejo, Sleman, Jogja ini  berlokasi dekat dengan Candi ijo.

Kami mendapat informasi bahwa tempat ini sangat indah ketika malam hari. Olehnya, kami ke sana pada sore hari hingga malam. Saya menyarankan Anda ke Tebing Breksi sore hari. Suasananya adem bikin memukau.

2. Lereng Gunung Merapi
objek-wisata-gunung-merapi
Menaiki offf road menuju lereng merapi.

Ke tempat ini biasanya kita menggunakan off road—mobil Jeep yang bisa menembus segala medan. Kami menempuh beberapa kilo meter hingga sampai di pemukiman warga yang terkena amukan letusan Gunung Merapi.

lereng-gunung-merapi
Sisa-sisa ganasnya letusan Gunung Merapi beberapa tahun silam.

Ternyata, ada begitu banyak objek wisata di tempat ini, yang bisa Anda kunjungi. Kalau Anda ke Jogja, menyesal apabila tidak ke tempat ini.

objek-wisata-jogja
Salah satu spot foto favorit para wisatawan terletak di lereng Gunung Merapi.
3. Bianglala
bianglala-jogja
Berfoto di ketinggian melalui Bianglala .

Menurut beberapa informasi yang saya dapat, Bianglala di Jogja ini merupakan yang tertinggi di Indonesia—mencapai 45 meter.

Objek wisata yang satu ini bertempat di Taman Rekreasi Sindu Kusuma Edupark, berlokasi di Sleman, Jogja.

Awalnya saya tidak ingin berputar-putar di udara melalui bianglala ini. Namun Istri saya terus mendesak, agar sama-sama menaikinya.

Dan memang benar, sensasi ketika berada di puncak tertinggi bianglala ini sungguh menakjubkan.

Apabila Anda ingin menikmati bianglala ini, cukup membeli tiket. Seingat saya, waktu itu saya membeli tiket dengan harga Rp15.000 per orang untuk dewasa.

4. Taman Pelangi Jogja
taman-pelangi-jogja
Taman Pelangi, Jogja.

Sepertinya tidak ada yang tidak mungkin apabila suatu tempat dikelola oleh tangan orang-orang Jogja—untuk dijadikan tempat wisata. Sangat kreatif yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Salah satunya Taman Pelangi yang berlokasi di arena Monumen Jogja Kembali, Sleman, Jogja ini. Semakin malam semakin ramai tempat ini, ketika kami di sana.

objek-wisata-jogja
Taman Pelangi.

Di tempat ini, tidak hanya menyaksikan Taman Pelangi, tapi juga taman lampion.

Apabila Anda ke sini, cocok dengan sang kekasih.

5. Bukit Bintang
bukit-bintang-jogja
Bukit Bintang dalam suasana malam hari.

Ketika melihat jarak dari tempat tinggal ke Bukit Bintang ini ditempuh kurang lebih 1 jam, kami memutuskan untuk berangkat pukul 4 sore. Kami menyewa sebuah mobil, karena untuk ke tempat ini kendaraan online sulit didapatkan, apalagi jika sudah malam.

Ketika kami tiba di lokasi ini, kami memesan jagung bakar, dan minuman sembari menikmati suasana sore hari dan menunggu gelap.

Benar, suasana malam lebih mengasyikkan, maka tak heran semakin malam semakin banyak pula pengunjung berdatangan. Lambat sedikit saja, tidak dapat tempat duduk.

bukit-bintang-jogja
Bukit Bintang dalam suasana sore hari.

Objek wisata Bukit Bintang ini berlokasi di Area Kebun, Srimulyo, Gunung Kidul, Jogja.

6. Upside Down World Jogja

Istri saya memang jago browsing tempat wisata di Jogja. Dia mendapatkan salah satu objek wisata yang hits yaitu Upside Down Word.

Jika Anda ingin mendapatkan sensasi dengan rumah terbalik, nah saya sarankan ke tempat ini.

Di sekitar Upside Down Word ini, ada objek wisata lain, yang tidak boleh dilewatkan seperti pada gambar di bawah.

7. Malioboro
objek-wisata-malioboro
Tulisan ‘#2020 Menikah’ begitu ajaib, karena kami menikah tahun 2020.

Kata rang orang, belum ke Jogja apabila tidak menginjakkan kaki ke Malioboro ini. Malioboro memang objek wisata yang sangat difavoritkan para wisatawan dan wisatawati. Tak heran apabila Anda ke sini, banyak bule bule yang mondar mandir bahagia.

Selama kami di Jogja, kira-kira empat kali ke Malioboro ini.

Ada cerita menarik saat kami di Malioboro ini. Ceritanya begini:

Pada suatu tempat, ada yang menawarkan jasa spot foto beserta aksesorinya berupa papan. Salah satunya, kami memilih papan nama bertuliskan “#2020 Menikah”, karena memang kami punya niat untuk menikah saat itu—yang pada 2020 terealisasi. Alhamdulilah.

Papan nama “#2020 Menikah” itu kami tidak upload ke media sosial, sebelum kami benar-benar ditakdirkan berjodoh. Setelahnya, usai ijab kabul dan acara resepsi pernikahan kami selesai, barulah di-upload.

Papan nama “2020 menikah” itu memang ajaib.  

8. Filosofi Kopi Jogja
filosofi-kopi-jogja
#Ngopi di Filosofi Kopi Jogja.

Tempat ini kami kunjungi saat-saat terakhir di Jogja. Pasca dirilisnya film ‘Filosofi Kopi’, kabarnya kafe ini ‘diserbu’ pengunjung. Agak jauh dari pusat Kota Jogja, itulah ‘nilai lebih’ dari tempat ini, dan saya bisa jamin, tidak menyesal ke Filosofi Kopi. Suasana di sana adem, nyaman, dan romantis. Cocok untuk santai, mungkin juga sembari kerja.

filosofi-kopi-jogja
Filosofi Kopi Jogja.

Anda bisa memilih varian menu. Untuk jenis kopi sangat banyak. Saya kadang bingung memilihnya.

Filosofi Kopi Jogja terletak di Jalan Pandawa, Tegal Rejo, Sleman, Jogja.

Itulah objek wisata di Jogja yang sempat saya kunjungi bersama (dahulu) pacar (sekarang) Istri.

Bagi Anda yang senang jalan-jalan, saya rekomendasikan Jogja masuk dalam list petualangan Anda. Saya yakin, setelah usai dari Jogja—pepatah “Jogja terbuat dari rindu”—memang benar adanya. Saya dan Istri, ketagihan ingin lagi ke Jogja.

Rifai Hadi

Pengagum sunyi, penikmat kopi, dan tidak suka lebai | saat ini berprofesi sebagai Advokat.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: