Resensi: Berkelana Dalam Rimba

resensi berkelana dalam rimba
Mochtar Lubis. Sumber gambar: Wikipedia

Berkelana Dalam Rimba merupakan salah satu buku karya Mochtar Lubis. Dia begitu apik menuliskan di pegunungan bukit barisan. Daerah Tengah Pulau Sumatera.

Di sana terdapat rimba Gunung Hitam. Orang-orang kampung setempat menyebutnya seperti itu. Karena batu-batu di gunung dan di dalam sungai yang mengalir di dalam rimba gunung hitam itu umumnya berwarna hitam.

Rakyat di sekitar hutan gunung hitam sangat enggan memasuki hutan lebat itu. “Hutan sakti” katanya.

Hutan itu dipenuhi oleh orang Bunian dan orang halus yang dapat menghilang. Di ceritakan kepala kampung, kepada Paman Rokhtam dan beberapa anak muda yang ingin menjelajahi gunung Hitam itu, bahwa dahulu anak-anak kampung yang pergi ke hutan, hilang tak pernah kembali lagi. Di ambil orang Bunian.

Kepala kampung memaksa, agar jangan pernah pergi ke rimba gunung hitam itu. “Nanti celaka kalian semua,” kata kepala Kampung.

Namun, Paman Rokhtam yang seorang ahli pertanian lulusan Institut Bogor itu hanya tersenyum kecil. Paman Rokhtam tetap berkukuh melanjutkan perjalanan menuju ke rimba gunung hitam. Paman Rokhtam ditemani enam anak muda: Rais, Poni, Aisa, Ayang, Adnan, dan Pentil.

Di balik keberanian mereka itu, juga terdapat rasa takut yang terselubung. Ingat kata kepala kampung, bahwa di hutan rimba hitam itu ada ular besar, harimau, dan hewan buas lainnya. Tapi, rasa takut itu mencoba mereka kubur dalam-dalam.

Akhirnya, mereka menemukan sebuah dunia baru: ratusan kumbang kecil berwarna coklat—hitam berjalan seakan tak tentu arah—hilir—mudik tak ada putus-putusnya. Mereka seolah terkejut, karena atap dunia mereka terbuka dengan tiba-tiba; cahaya yang lebih terang menembus kegelapan dunia mereka.

Berkelana Dalam Rimba untuk Anak-anak Muda

Buku ini ditujukan untuk anak-anak muda. Dalam bentuk cerita yang mengasyikkan. Memberikan pada pembaca muda: pengertian mengenai alam, lingkungan hidup, dan kehidupan berbagai margasatwa di dalam hutan belantara, padang, dan semak belukar.

Mochtar Lubis, dalam bukunya itu mengharapkan, sesama makhluk Allah. Antara manusia dan margasatwa, akan timbul rasa sayang. Karena kehidupan margasatwa sebenarnya berkaitan erat dengan kehidupan manusia sendiri dan kepunahan hutan dengan segala isinya, akan menimbulkan bencana dan malapetaka yang amat besar bagi kehidupan manusia.

Mochtar mengharapkan agar generasi muda mencintai alam dan semua isinya. Dia juga berharap anak muda akan ikut melindungi alam dan segala penghuninya. Margasatwa, tumbuhan, pepohonan, dan juga manusia itu sendiri. 

Mochtar Lubis juga, memberikan gambaran tentang kesadaran. Tentang kehidupan margasatwa dan hutan belantara. Kesadaran tentang keindahan dan kecantikan yang terkandung dalam rimba belantara. Sinar pagi menimpa bunga anggrek macan yang mekar tinggi di atas pohon raksasa.

Loading...

Gemerlapan air berkilauan menceracah di sela batu dan kerikil di sungai. Kilat perak sisik ikan dalam air jernih di singgung sinar matahari. Panas api mendiang di waktu malam. Ketegangan menemui bekas telapak harimau di tengah hutan di waktu gerimis. Dan air mata menetes menggenangi lubang jejak harimau—yang menunjukkan sang harimau belum jauh pergi.

Selain dari mengajarkan kita untuk cinta kepada Margasatwa, buku itu juga mengajarkan kita untuk membuat simpul yang mudah, namun kuat. Pun, mengenal makanan yang bisa di makan di hutan Rimba.

Pengalaman pengembaraan dalam buku itu merupakan pengalaman Mochtar Lubis dan kawan-kawan dalam hutan—hutan di Sumatera yang mereka jelajahi, untuk mengumpulkan anggrek.

Rasa kemenangan pun telah menundukkan kemalasan dan keletihan serta keengganan melakukan perjalanan berat dalam diri. Tiadalah dapat di beli dengan uang seberapa pun banyaknya.    

Biografi Singkat Mochtar Lubis

Cerita tentang Gunung Rimba Hitam oleh  Mochtar Lubis dalam bukunya berjudul “Berkelana Dalam Rimba”.

Mochtar Lubis lahir tanggal 7 Maret 1922 di Padang. Pada 2002, Mochtar Lubis membuat sebuah buku berjudul “Berkelana Dalam Rimba”, yang sebelumnya merupakan pengembangan rangkaian cerita: “Mengembara di Rimba Gunung Hitam”.

Dalam catatan Wikipedia, Mochtar Lubis adalah seorang jurnalis dan pengarang ternama asal Indonesia.

Dia merupakan lulusan HIS dan Sekolah Eknomoi Kayu Tanam yang belajar tentang Jurnalisme dan beberapa bahasa asing secara otodidak.

Judul                          : Berkelana Dalam Rimba

Penulis                      : Mochtar Lubis

Penerbit                     : Yayasan Obor Indonesia

Tahun Terbit             : 2002

Jumlah Halaman     : xii + 186 hlm: 21 cm

Baca Resensi Lain: Qozan Melawan Perusak Hutan

Loading...

Tinggalkan Balasan