Menjauhkan Anak dari Gadget Sejak Dini

menjauhkan-anak-dari-handphone-sejak-dini
Saya lagi #ngopi sambil menggunakan handphone. Dokumentasi pribadi.

Menjauhkan anak dari gadget ini saya tulis agar saya atau bahkan Anda bisa belajar bersama-sama membiasakan untuk tidak menggunakan handphone di dekat anak. Mungkin bagi banyak orang sangat susah, tetapi inilah usaha yang saya dan Istri lakukan. Dalam bentuk komitmen.  

Sejak anak saya, Arumi, lahir, saya dan Istri berdiskusi dan berkomitmen untuk menjauhkan Arumi dari handphone. Kami boleh memakai handphone dengan catatan tidak dekat dari Arumi. Selain hal tersebut, kami juga berusaha untuk tidak menggunakan handphone saat Arumi melihat kami.

Menjauhkan Anak dari Gadget Sejak Dini

Menjaga Jarak Aman Anak dari Gadget

Menurut beberapa referensi, jarak minimal anak dari gadget adalah 20 centimeter. Itu jarak minimal. Namun menurut saya terlalu dekat sekali. 20 centimeter itu tidak sampai dua jengkal tangan saya. Maka saya dan Istri menyepakati, jarak minimal Arumi dari handphone kami adalah 1 meter.

Saya juga sering mengingatkan Istri, terutama pada saat menyusui, ‘haram’ menggunakan handphone. Apabila ada telepon masuk, angkat lalu aktifkan loudspeaker. Aktivitas apa pun itu, komitmen kami, jauhi anak dari handphone.

Upaya ini kami lakukan agar dampak negatif dari handhone terhadap anak kami bisa meminimalkan. Selain itu, agar Arumi tidak terbiasa dengan handphone dan pada akhirnya kecanduan ketika besar kelak.  

Dampak negatif dimaksud adalah radiasi handphone—yang dapat merusak kesehatan anak. Meskipun bukan sebagai ahli atau apa pun namanya, tapi berbagai referensi yang pernah saya baca menyatakan bahwa, radiasi handphone sangat berbahaya. Bukan saja kepada anak kecil atau bayi, tapi juga bagi orang dewasa.

Penelitian menyatakan bahwa dampak negatif tidak begitu saja terjadi. Namun berkepanjangan. Hal ini tentu saja sangat berbahaya apabila dilakukan secara konstan dan dalam waktu yang lama.

Selain hal di atas, kami juga berkomitmen untuk menjauhkan Arumi dari laptop. Demikian juga dari televisi. Kami hanya memperkenankan mendengar suara saja. Bukan untuk menontonnya.

Usia Arumi saat ini beranjak 5 bulan. Apakah kami lebai dengan cara-cara yang kami lakukan di atas? Menurut saya tidak. Kami hanya melakukan upaya-upaya sedini mungkin dari dampak buruk penggunaan teknologi atau menggunakan teknologi di dekat anak—apalagi masih bayi.

Mengapa kami menjauhkan handphone dari anak, padahal Arumi masih bayi? Beberapa alasannya sebagai berikut:

Dampak Buruk Gadget terhadap Anak

Handphone atau yang bisa disebut gadget, kini telah memberikan dampak yang begitu besar. Dampak paling mutakhir adalah nilai budaya. Sejak adanya teknologi ini, budaya masyarakat kita berubah meskipun tidak semua berubah.

Loading...

Meskipun teknologi satu ini sudah membudaya di masyarakat kita, bahkan dalam lingkup keluarga, akan tetapi kita juga mesti mengetahui dampak buruknya.

Berdasarkan beberapa referensi, menjauhkan handphone dari anak sejak dini ini saya terapkan dengan berbagai alasan. Salah satu di antaranya, kami membaca pendapat dr. Saphira Evani dalam Situs Alodokter.com. Sejak kami mengetahui pesan tersebut, segala upaya kami lakukan untuk menjauhkan Arumi dari handphone.

Menurut dr. Saphira Evani, handphone dapat memancarkan radiasi. Radiasi tersebut disebut sebagai Microwave Radiation (MWR)—yang bersifat karsinogenik—dapat memicu timbulnya kanker. Aduh, amit-amit deh.

Lebih lanjut, dr. Saphira Evani menjelaskan bahwa anak-anak lebih berisiko terkena dampak buruk dari radiasi handphone, karena tubuh anak-anak lebih mudah menyerap radiasi 2 kali lipat dibanding tubuh dewasa. Menurutnya, otak bayi dilindungi oleh tengkorak yang ukurannya lebih tipis daripada dewasa, sehingga radiasi lebih mudah tembus. Ukuran tubuh bayi juga lebih kecil sehingga dampak radiasi pada mereka lebih besar.

Agar Nantinya Anak Kami tidak Ketergantungan dengan Gadget

Ada beberapa orang tua yang saya tahu dan kenal, ketika anaknya menangis, langsung memberikan handphone agar mereda menangisnya. Apabila anaknya masih bayi, setel Youtube dan menonton bersama.

Kami melakukan upaya apa saja yang tidak bersentuhan dengan teknologi untuk meredam anak menangis. Banyak referensi mengenai hal ini yang dapat Anda baca.

Menurut penelitian Bristol University pada 2010, menyatakan penggunaan handphone secara berlebihan kepada anak dapat meningkatkan risiko depresi. Itulah salah satu alasan kami tidak memberikan atau tidak memperlihatkan handphone ketika Arumi menangis.

Kami berpendapat dengan tidak memperkenalkan anak kami dengan handphone sejak dini, dapat meminimalisasi ketergantungan handphone ketika dia sudah besar.

Itulah alasan sederhana saya menjauhkan anak dari gadget sejak dini. Entah bertahan berapa lama komitmen ini saya dan Istri saya jalani.

Semoga bermanfaat.

Baca juga: Perlengkapan Bayi yang Wajib Dibeli, Anti Mubazir

Loading...

2 tanggapan pada “Menjauhkan Anak dari Gadget Sejak Dini”

  1. Berikan dunia anak yg penuh warna bermain bersama ortunya ya. Sebab nanti akan ada masanya handphone adalah bagian dari keseharian anak, seperti masa sekarang ini, belajar daring 🙂

    1. Kami memahami situasi itu dan tidak bisa dihindari. Kami hanya berupaya bagaimana meminimalisasi dampak buruk.
      Saya banyak membaca tentang anak di situsweb Ibu. Banyak nilai-nilai yang bisa diambil dan diterapkan nantinya.

Tinggalkan Balasan